SMA Negeri 1 Minggir resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat pada Senin pagi ini diikuti oleh 144 murid baru yang siap memulai perjalanan akademik mereka di jenjang SMA.
Ada yang unik dan sarat makna dalam upacara pembukaan MPLS kali ini. Selain prosesi penyematan tanda peserta tanda dimulainya kegiatan, pihak Komite Sekolah secara simbolis menyerahkan tokoh wayang Brotoseno (Bima) kepada pihak sekolah yang diterima langsung oleh Kepala SMAN 1 Minggir.
Penyerahan tokoh wayang ini bukan sekadar prosesi seremonial. Karakter Brotoseno sengaja dipilih sebagai simbol dan harapan besar bagi para murid baru. Dalam dunia pewayangan, Brotoseno dikenal sebagai sosok ksatria yang jujur, teguh pendirian, kuat, dan memiliki semangat belajar yang tinggi tanpa kenal lelah.
“Melalui simbol pewayangan Brotoseno ini, kami berharap 144 murid baru SMAN 1 Minggir dapat meneladani karakter ksatria tersebut. Menjadi generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman, berintegritas tinggi, namun tetap membumi dan menghargai akar budaya lokal,” ujar perwakilan Komite Sekolah dalam sambutannya.
Kepala SMAN 1 Minggir menyambut baik amanah dan simbolisasi budaya tersebut. Pihak sekolah berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter luhur tersebut ke dalam sistem pembelajaran, dimulai dari masa orientasi ini.
Kegiatan MPLS SMAN 1 Minggir rencananya akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Seluruh peserta akan dibekali dengan berbagai materi esensial, mulai dari pengenalan kurikulum, kultur sekolah, wawasan wiyata mandala, hingga pembinaan karakter dan budi pekerti guna mencetak generasi emas yang berprestasi dan berbudaya.
